Oasis Beri Sinyal Musik Baru Setelah Live ’27: Comeback Tak Berhenti di Atas Panggung

OASIS
OASIS
OASIS

Kembalinya Oasis ke panggung dunia tampaknya tidak akan berhenti pada reuni dan rangkaian konser. Liam Gallagher baru-baru ini membuka kemungkinan bahwa Oasis akan mulai membicarakan materi musik baru setelah mereka menyelesaikan rangkaian tur Live ’27.

 

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip NME, Liam mengisyaratkan bahwa pembicaraan mengenai musik baru dapat dilakukan setelah tur berakhir. Ia bahkan mengaku sulit membayangkan Oasis kembali menjalani tur tanpa adanya materi baru.

 

Pernyataan tersebut menjadi menarik karena sejak Oasis kembali bersatu, fokus utama band memang berada pada panggung dan nostalgia terhadap era kejayaan mereka. Tur Live ’25 sebelumnya menjadi salah satu momentum terbesar dalam sejarah comeback mereka, sementara rangkaian Live ’27 yang akan datang telah mendapat respons luar biasa dari penggemar.

 

Seluruh 42 konser Live ’27 yang diumumkan sebelumnya telah terjual habis. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa nama Oasis masih memiliki daya tarik besar, bahkan lebih dari satu dekade setelah band ini terakhir kali aktif bersama sebelum perpecahan mereka.

 

Dari Reuni Menuju Babak Baru

Oasis dikenal melalui sejumlah album ikonik seperti Definitely Maybe, (What’s the Story) Morning Glory?, dan Be Here Now. Namun, sejak album terakhir mereka, Dig Out Your Soul pada 2008, penggemar tidak pernah mendapatkan album studio baru dari Oasis.

 

Jika Liam dan Noel Gallagher benar-benar masuk studio setelah tur mendatang, proyek tersebut akan menjadi album pertama Oasis dengan formasi reuni mereka.

 

Meski demikian, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai judul album, tanggal rekaman, maupun materi baru yang telah dipastikan akan dirilis. Pernyataan Liam lebih tepat dibaca sebagai sinyal bahwa kemungkinan tersebut terbuka, bukan sebagai konfirmasi bahwa album baru sudah berada dalam tahap produksi.

 

Noel dan Liam Kembali Menjadi Pusat Perhatian

Kemungkinan musik baru Oasis juga kembali menempatkan hubungan kreatif Liam dan Noel Gallagher sebagai salah satu hal yang paling menarik untuk diperhatikan.

 

Selama era klasik Oasis, Noel menjadi penulis utama sebagian besar lagu band, sementara karakter vokal Liam menjadi salah satu identitas paling kuat dalam musik mereka. Kombinasi keduanya menghasilkan lagu-lagu seperti “Wonderwall”, “Don’t Look Back in Anger”, “Live Forever”, dan “Champagne Supernova”.

 

Kini, setelah hubungan keduanya membawa Oasis kembali ke panggung, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana chemistry kreatif mereka jika benar-benar menghasilkan musik baru.

 

Apakah Oasis akan mencoba kembali ke formula klasik mereka? Atau justru membawa suara baru yang merefleksikan perjalanan musik kedua Gallagher bersaudara selama lebih dari satu dekade terakhir?

 

Yang sudah pasti adalah Oasis belum kehilangan daya tariknya. Dengan 42 pertunjukan Live ’27 yang telah sold out dan kemungkinan pembicaraan mengenai musik baru setelah tur, perjalanan comeback Oasis tampaknya masih memiliki bab berikutnya.

 

Dan jika bab tersebut benar-benar berujung pada album baru, dunia musik mungkin akan kembali mendengar satu pertanyaan lama dengan konteks yang sama sekali berbeda: