Jakarta – Band rock veteran GETAH menegaskan bahwa mereka tidak pernah berhenti berkarya. Dalam sesi konferensi pers yang digelar menjelang penampilan mereka di GETAH Event yang diselenggarakan oleh MaNna Management, para personel memastikan bahwa band tetap aktif dan tengah menyiapkan sejumlah proyek besar sebagai langkah baru dalam perjalanan mereka di industri musik Indonesia.
Setelah beberapa bulan tidak tampil di atas panggung, GETAH mengaku antusias kembali menyapa para penikmat musik. Mereka juga telah mengonfirmasi jadwal penampilan berikutnya pada 2 Agustus di PFN, Jakarta Timur, yang menjadi bagian dari rangkaian aktivitas band sepanjang tahun ini.
Kami sangat senang bisa kembali tampil di atas panggung. Setelah beberapa bulan tidak manggung, energi itu akhirnya kembali. Kami juga sudah menyiapkan penampilan berikutnya bulan depan dan tentu berharap bisa terus bertemu dengan para penikmat musik,” ujar Phill, vokalis GETAH.
Salah satu fokus utama GETAH saat ini adalah proses produksi dua rilisan vinyl yang telah memasuki tahap akhir. Kedua rilisan tersebut akan memuat lagu-lagu lama GETAH yang direkam ulang dalam format semi live recording, ditambah dua lagu cover yang diaransemen ulang dengan karakter musikal khas GETAH.
Tak hanya berhenti pada vinyl, band yang telah berkarya lebih dari dua dekade ini juga tengah menyiapkan box set eksklusif yang menggabungkan kedua rilisan tersebut lengkap dengan booklet berisi perjalanan sejarah GETAH sejak pertama kali berdiri.
“GETAH tidak pernah berpikir untuk berhenti. Kami ingin terus berkarya dan meninggalkan jejak yang layak dikenang. Karena itu kami sedang menyiapkan dua rilisan vinyl, kemudian box set yang menceritakan perjalanan GETAH dari awal hingga sekarang. Ini adalah bentuk komitmen kami kepada para pendengar,” ungkap Marcel, bassist sekaligus original member GETAH.
Menurut Marcel, rilisan vinyl ditargetkan hadir pada tahun ini, sementara box set direncanakan menyusul pada tahun depan. Setelah itu, GETAH akan fokus menggarap album baru.
“Materi untuk album baru sebenarnya sudah ada. Tinggal kami matangkan bersama saat latihan. Strateginya tetap mengikuti perkembangan zaman, merilis beberapa single lebih dulu sebelum akhirnya menjadi sebuah album,” lanjut Peter, gitaris GETAH.
Selain menyiapkan karya baru dalam format fisik, GETAH juga menyadari pentingnya beradaptasi dengan perkembangan industri musik digital. Band ini berkomitmen memperkuat kehadirannya melalui berbagai konten digital agar dapat menjangkau generasi pendengar yang lebih muda.
“Kami sadar dunia digital sekarang sangat penting. Kami ingin GETAH lebih dikenal generasi baru melalui konten-konten digital. Kalau ada teman-teman muda yang ingin berkolaborasi dan membantu kami berkembang di platform digital, pintunya selalu terbuka,” kata Marcel.
Komitmen tersebut mulai diwujudkan dalam GETAH Event yang diselenggarakan oleh MaNna Management melalui kolaborasi lintas generasi. Pada penampilan tersebut, GETAH menggandeng Kevas, putra dari Peter, sebagai featuring guitarist. Kehadiran Kevas menjadi representasi semangat kolaborasi dengan Generasi Z, sekaligus menunjukkan bahwa GETAH terus membuka ruang bagi musisi muda untuk berkarya bersama tanpa menghilangkan identitas musik rock yang telah mereka bangun selama puluhan tahun.
Kolaborasi tersebut bukan sekadar menghadirkan wajah baru di atas panggung, tetapi juga menjadi simbol regenerasi dan upaya GETAH menjembatani pengalaman musisi senior dengan perspektif generasi muda. Langkah ini menjadi bagian dari visi band untuk menjaga relevansi karya mereka di tengah perkembangan industri musik yang terus berubah.
Menanggapi peluang bekerja sama dengan musisi lintas generasi, GETAH menegaskan bahwa kolaborasi akan terus menjadi bagian dari perjalanan mereka ke depan.
“Kolaborasi dengan musisi muda tentu menjadi sesuatu yang kami buka. Kami percaya kolaborasi adalah cara yang baik untuk memperkenalkan GETAH kepada generasi baru tanpa kehilangan karakter musik yang sudah kami bangun selama ini,” tambah Marcel.
Sementara itu, Rico selaku manajer GETAH menjelaskan bahwa konferensi pers ini merupakan langkah awal dari rangkaian proyek besar yang tengah dipersiapkan untuk memperkenalkan kembali GETAH kepada publik.
“Konferensi pers ini menjadi langkah awal dari rangkaian proyek besar GETAH. Kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa GETAH masih ada, masih aktif, dan masih berkomitmen untuk terus berkarya dengan semangat yang sama seperti ketika band ini pertama kali berdiri,” tutup Rico.
Melalui berbagai rencana tersebut, GETAH menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Dengan tetap menjaga identitas musik yang telah melekat sejak awal berdiri, serta membuka ruang kolaborasi bersama generasi muda, GETAH siap melangkah ke babak baru dan kembali memperkuat eksistensinya di skena musik Indonesia.
